BettaGuppy.com

All About Betta & Guppy Fish

Cara Kultur Artemia Menggunakan Botol

SLEMAN (25/01/2021) – Untuk meningkatkan kualitas dan kualitas budidaya segala upaya dilakukan peternak agar berhasil. Berbagai jenis pakan bagi ikan budidaya digunakan untuk menunjang kualitas dan kuantitas ikan. Tak terkecuali dengan penggunaan artemia sebagai pakan. Udang berukuran mini ini memiliki kandungan yang baik bagi perkembangan ikan konsumsi sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pakan yang bergizi.

Artemia adalah jenis ikan yang primitif. Udang yang berukuran sangat kecil ini hidup di pesisiran yang memiliki kadar garam cukup tinggi. Hewan air ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik pada suhu 25 sampai 30 derajat Celcius.

Dinamai udang yang sangat kecil karena ukuran tubuh artemia dewasa hanya berkisar  1 sampai 2 cm. Beratnya pun sangat ringan, yakni hanya 10 miligram per ekornya. Di alam, artemia menyantap berbagai sisa renik dari jasad hidup yang hancur, ganggang berukuran renik, bakteri, dan cendawan untuk memenuhi nutrisi tubuhnya.

Beberapa jenis ganggang yang umum dimakan oleh artemia tergolong ganggang hijau. Jenis ganggang tersebut antara lain lambertia, cladophora, platymonas, dan banyak lagi. Ada pula jenis ganggang biru yang juga dikonsumsi oleh artemia, yakni jenis oscillatoria.

Seiring berkembangnya zaman dan pengolahan pakan bagi ikan budidaya, artemia pun digemari sebagai sumber protein bagi ikan tersebut. Artemia yang dijadikan pakan adalah artemia dewasa, yakni yang sudah berusia 2 minggu setelah penetasan.

Ada dua jenis perkembangbiakan artemia di alam bebas, yakni secara biseksual dan patenogenetik. Perkembangbiakan yang pertama dengan perkawinan induk betina dan jantan. Sementara, yang kedua dilakukan dengan dirinya sendiri tanpa adanya perkawinan.

Artemia dibudidayakan dengan bertelur dan beranak. Jika lingkungan cukup mendukung perkembangannya, artemia bisa berkembang biak dengan beranak. Sementara, bila ia berada di lingkungan yang kurang mendukung, artemia akan bertelur. Jika Anda berniat membudidayakan artemia, salah satu pakan yang bisa digunakan untuk pembesaran artemia adalah bekatul. Setelah 2 minggu, artemia akan mencapai panjang 8 milimeter dan tergolong artemia dewasa yang sudah bisa digunakan untuk pakan ikan (https://www.bulelengkab.go.id).

  1. Mesin aerator. (beserta selang)
  2. Botol softdrink 1,5 liter (bisa Fanta atau Coca cola) usahakan berwarna transparan.
  3. Garam ikan.
  4. Sendok plastik.
  5. Telur artemia (daya tetas paling bagus kami menggunakan merek Supreme Golden West)
  6. Tutup botol khusus budidaya artemia. Kami menjualnya di Tokopedia. Link: https://www.tokopedia.com/bettaguppy/tutup-botol-inkubator-artemia

Berikut tata-cara membudidayakan Artemia.

Siapkan botol air mineral ukuran 1,5 liter dan potong bagian bawah botol. Kemudian gunakan tali untuk gantungannya. Lubangi tutup botol untuk penempatan selang udara. 

Siapkan garam ikan 1 sendok makan. Garam merupakan sumber makanan dari artemia dan menjadikan kondisi air dalam botol sesuai habitat asli artemia yaitu di laut.

Masukkan garam 1 sendok makan ke dalam botol.

Siapkan 1 sendok telur artemia.

Masukkan artemia ke dalam botol yang merupakan bibit dari artemia yang berwujud kista.

artemia

Masukan air mineral bersih pada botol hingga hampir penuh.

Hidupkan mesin pompa udara untuk mensuplai oksigen pada botol

Biarkan proses itu bekerja selama 24 jam

kultur artemia

Setelah 24 jam, matikan mesin pompa udara, dan biarkan air dalam botol diam sekitar 10 menit. Bayi artemia akan mengendap atau berada di bagian bawah botol.

budidaya artemia

Sebaiknya kita gunakan lampu LED untuk meningkatkan keberhasilan dan kualitas kultur. Selanjutnya saring artemia yang berwarna orange itu dengan saringan kain yang paling halus (boleh pakai saringan teh), bilas artemia dengan air mineral bersih pada saat masih di dalam saringan yang sama sebanyak 2 kali. Selanjutnya artemia siap diberikan kepada burayak cupang atau guppy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!