BettaGuppy.com

All About Betta & Guppy Fish

Kultur Kutu Air dengan Chlorella

SLEMAN (10/03/2021) – Budidaya ikan cupang dan guppy sangat bergantung pada ketersediaan pakan, terutama pakan hidup. Ikan lebih menyukai pakan hidup daripada pakan buatan pabrik. Salah satunya adalah kutu air (moina sp). Budidaya kutu air tidak lepas pula dari ketersediaan pakan dan lingkungan budidayanya. Chlorella menjadi pakan yang tepat dalam budidaya kutu air.

chlorella Chlorella adalah genus mikroalga atau ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar, laut, dan tempat basah. Ganggang ini memiliki tubuh seperti bola. Di dalam tubuhnya terdapat kloroplas berbentuk mangkuk. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dengan membelah diri (wikipedia). Ganggang chlorella mengandung banyak nutrisi, termasuk vitamin, mineral, antioksidan dan lemak omega-3. Chlorela merupakan mikroorganisme yang termasuk dalam filum Chlorophyta atau yang sering kita kenal sebagai alga hijau. Selnya berbentuk bola berukuran sedang dengan diameter 2-10 μm, bergantung pada spesiesnya, dengan kloroplas berbentuk seperti cangkir.

Sebelum kita kultur kutu air harus dipastikan ketersediaan chlorella yang cukup. Budidaya chlorella cukup mudah. Berikut media dan langkah-langkah budidaya chlorella:

Media kultur:

  1. Media kultur: bak fiber/bak terpal/bak beton dengan ukuran minimal pxlxt 1×0,5×0,3 meter.
  2. Starter chlorella (bisa kita beli online atau di peternak ikan).
  3. Pakan/pupuk untuk chlorella (pupuk urea, dedak, em4 untuk perikanan, pupuk NPK, dan tepung ikan/udang).

Langkah-langkah:

  1. Siapkan media kultur, masukkan air bersih dengan tinggi 30-40 cm dan diamkan selama 3 hari.
  2. Buat adonan pupuk chlorella (urea, tsp, dedak dan tepung udang dengan perbandingan 2:2:2:1 dan ditambah 1 sendok makan EM4 untuk perikanan).
  3. Masukkan pupuk ke dalam kolam media kultur dan diamkan selama 3 jam. Pupuk harus disaring dengan saringan kutu air atau artemia. Ampasnya dibuang.
  4. Aerasi air kolam dengan pompa akuarium.
  5. Masukkan starter chlorella dan diamkan selama 2 hari, air tetap diaerasi.
  6. Masukkan starter kutu air 2-3 tutup botol air mineral.
  7. Diamkan selama seminggu. Jika kutu air sudah berkembang baru bisa dipanen.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!